Minggu, 20 Maret 2011

Pengolahan Air Sederhana




Proses pengolahan air merupakan upaya untuk mendapatkan air yang bersih dan sehat untuk air ninum dan keperluan sehari-hari sesuai dengan standar mutu air untuk kesehatan.
Adapun tujuan pengolahan air adalah untuk :
    • menurunkan kekeruhan
    • menghilangkan bau, rasa dan warna
    • menurunkan dan mematikan mikroorganisme (bakteri)
    • megurangi kadar zat kimia yang terlaut dalam air.
    • meurunkan kesadahan
    • memperbaiki derjat keasaman (pH)

Berikut ini diuraikan pengolahan air dengan menggunakan proses dua tahap yaitu : pengendapan dengan cara kimia dan penyaringan. Tahap pengendapan dilakukan untuk mengendapkan kotoran berupa lumpur/tanah liat, ion-ion penyebab kesadahan air (besi dan mangan) dan zat-zat terlarut lainnya.
Tahap penyaringan dilakukan untuk menghilangkan bau dan endapan.

1. Alat dan bahan yang diperlukan : 

a. Bahan Kimia untuk Pengendapan :
Bahan kimia yang digunakan untuk pengolahan 100 liter air adalah 10 gram tawas, 5 gram kaporit, 10 gram kapur (untuk bahan bangunan atau makan sirih). Jumlah dan komposisi bahan pengendap dapat berubah tergantung kondisi air yang diolah. Berapa jumlah yang tepat yang diperlukan untuk mengendapkan sangat tergantung kepekatan kandungan kimiawi air tersebut (berdasarkan pengujian dengan air teh). Bila kandungan kimiawi tidak terlalu pekat maka jumlah bahan kimia yang digunakan dapat dikurangi. Cobalah dahulu dengan satuan terkecil.
b. Bahan Penyaring
Bahan penyaring berupa : pasir hitam (diameter 0,3 – 1,2 mm), kerikil (diameter 12 – 30 mm), ijuk, dan arang aktif 9arang dari batok kelapa atau kayu yang dihaluskan). Bila tidak tersedia pasir yang memenuhi syarat dapat digantikan dengan zeolit yang banyak dijual di pasaran.
c. Bahan Unit Pengolahan
    • 2 buah drum plastik (masing-masing kapasitas 100 liter), bila drum terbuat dari kaleng sebaiknya bagian dalam dilapisi dulu dengan semen untuk mencegah karat.
    • Kayu atau besi untuk rak
    • Keran 2 buah
    • Pipa paralon untuk mengalirkan air
    • (Bahan unit pengolahan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan)
    •  
    2. Pengolahan Air
      • Buatlah unit pengolahan air seperti terlihat pada gambar
      • Bahan-bahan yang akan digunakan sebagai penyaring dicuci bersih dengan membilas berulang kali dan terahir dengan air panas. Kemudian susun dalam bak kedua seperti pada gambar.
      • Siapkan bahan pengendap dalam dua wadah : pada wadah pertama , Larutkan kaporit dan kapur sebanyak yang dibutuhkan ke dalam setengah liter air hangat. Aduk hingga terlarut. Dalam wadah yang kedua, larutkan tawas dengan setengah liter air hangat.
      • Masukkan air yang akan diolah ke dalam bak pertama sampai penuh. Kemudian tambahkan larutan pengendap dari wadah pertama (campuran kaporit dan kapur) aduklah. Biarkan beberapa saat. Kemudian masukkan larutan pengendap dari wdah kedua (tawas). Biarkan sampai 2 jam hingga semua zat pengotor atau ion-ion mengendap. Lamanya pengendapan ini tergantung banyaknya zat pengotor, jika hanya sedikit tentu akan lengkap mengendap dalam waktu yang kurang dari 2 jam.
      • Setelah lengkap mengendap alirkan air perlahan-lahan ke tangki penyaring. Tangki penyaring tersebut telah diberi alas penyaring Penyaring ini berfungsi untuk menyaring endapan dan menyerap bau yang terdapat dalam air (misalnya bau kaporit berlebih). Air yang dihasilkan, sebelum diminum harus dimasak/didihkan terlebih dahulu Pemeliharaan
      • Pemeliharaan
    Bila air yang keluar telah keruh dan alirannya kurang lancar berarti dalam saringan sudah banyak kotoran yang terperangkap. Oleh karena itu unit pengolahan air harus dibersihkan. Keluarkan semua bahan-bahan penyaring dan dicuci berulang kali hingga air cucian terlihat bersih. Gunakan air panas pada bilasan terahir. Setelah itu bahan penyaring disusun kembali seperti semula.

    Selasa, 15 Maret 2011

    WATER TREATMENT


    Raw water
    Sources of raw water supply :
    1. Surface waterEg : river, lakes, ponds, ect
    1. Ground water (tube well)
     Different source contains varying amount of organic & inorganic materials, in the form of :
    * suspended solids (clay, silt)
    * soluble solids (dissolved colour, hardness, silica)

    Impurities must be removed prior the use for domestic & industrial use (boiler, cooling tower, process)

    In water clarification, the followings can take place :
    * removal of colloidal suspended solids & colour
    * removal of iron & manganese (thru' efficient method)
    * reduction of organic materials (taste/odor)
    * TDS (Total disolved solid) will not reduce, but increase if alum/iron salt is used
    * Chlorine will increase if chlorination is used

    The jar test is a common laboratory procedure used to determine the optimum operating conditions for water or wastewater treatment. This method allows adjustments in pH, variations in coagulant or polymer dose, alternating mixing speeds, or testing of different coagulant or polymer types, on a small scale in order to predict the functioning of a large scale treatment operation. A jar test simulates the coagulation and flocculation processes that encourage the removal of suspended colloids and organic matter which can lead to turbidity, odor and taste problems.
    We must do jar test  before treatment, this is for know type of chemical is suitable, howmany types of chemical to be used, how much to add, sequence of adding chemicals, and what will be the treated water quality.